Waktu Berselimut Api
Ombak berjalan menyusuri
Gemulainya pantai pertiwi
Deru gerimis menemani
Pulang pergi negri ini
Detik -detik hingga menit-menit
Jam-jam hingga hari-hari
Bulan-bulan hingga tahun-tahun
Hingga bumi mulai bergoncang
Keindahan dunia ini seharusnya kita syukuri,tidak hanya kita nikmati tetapi harus kita jaga kelangsungan hidup makhluk di dunia ini. Tidak terus-menerus kita ambil,namun harus menanam kembali. Semua yang ada di dunia ini nantinya akan lenyap karena semua kehendak Allah SWT. Apabila kita tidak menjaganya,apalagi kita merusaknya.
Indahnya dunia ini. Indahnya juga
Negaraku ini bumi pertiwi Indonesia. Indonesia yang serba ada dan Indonesia
adalah miniatur dunia. Ketakwaan,kejujuran,keindahan dan kecintaan muncul dari
diri kita sendiri. Apalagi kita orang Indonesia, kita harus bangga dengan apa
yang kita miliki. Kemanapun kita pergi menyebrangi pulau, menyusuri pulau dan
pulau kita sendiri yang selalu abadi. Namun pandangan orang pasti berbeda
cerita.
Meski adanya perbedaan tetapi beda itu indah.
Kenangan indah yang bisa dinikmati dengan berbagai cerita kita nanti maupun
yang sudah dilalui. Semuanya akan berakhir dengan duka maupun bahagia.
Detik-detik hingga menit-menit
Detik awal ku menjerit
Menit akhir indukku berbisik
Ia baik meski kini mulai terusik
Jam-jam hingga hari-hari
Pertiwi yang berisi
Kini mulai mengaisi
Taringnya ikan teri
Tulang pertiwi
Lelah bersandar di selimut api
Tulang pertiwi
Lelah bersandar di patahan api
Keindahan bila berakhir kita hanya
bisa mengenangnya dan membangun keindahan yang baru. Namun ketika bumi tergoyah
kita tidak akan bisa membangun. Karena bumi tergoyah kitapun ikut serta. Semua
hanya Allah SWT yang mengetahuinya.
Gunakanlah waktumu dengan sebaik
mungkin. Karena bumi makin tua kita juga tak semakin muda. Berfikirlah dengan
cermat ketika akan melakukan sesuatu. Jangan hanya menikmati dan berpikir
lezatnya saja tetapi pikirlah resikonya.
Jagalah hati jagalah dunia ini.
Mengisi hari dengan doa untuk bekal akhirat dan jaga dunia untuk anak cucu kita
nanti. Penyesalan tidak pernah berlari kedepan. Ketika kita merusak bumi ini
yang rugi tidak hanya diri sendiri,oranglain turut merasakan pedihnya.Teruslah
berpikir kreatif dan menemukan sesuatu yang baru. Cintailah bumi ini! Yang
nantinya kita generasi muda untuk meneruskan menjadi bumi pertiwi yang cerdas
dan bersahaja.
0 komentar:
Posting Komentar