kumpulan-kumpulan puisi tentang budaya
Nohtah Abu-Abu
Seruan pena lembut
Nirwana bertanya, Inikah galau kabut
Udara rindu mentari gemulai lentera raya
Memasukkan cahaya misteri kekal dalam bingkai
Lubang kanan menembus kiri
Nirwana menjawab, Inikah perpindahan bumi
Kicau semu arsitektur dari manis gemulai
Lingkar kaki sang penari lunglai menuju nohtah
Melipat abu gkeganasan ilmu kalam sejarawan
Bertahta di
dalam mangkuk dunia
Merah,biru dan abu-abu
Menggema tanpa kalbu dan berbisik rimba sepi
Merajalela tiada henti bersama keseruan menggapai mister
Mata Senja
Gejolak etika terkesima pada sinar baja etnik
Menggema dipelosok rahwana mengukir aliran bambu
Mengepung hutan sagu dan mendayung rintihan dibalik
tabir
Surya cendana berkelok-kelok jemari dalam balutan
sutra
Dengan kolosal
Mengakhiri suara rahwana
Kembali dalam surga dengan membawa pelukan jiwa
Tenggelam kelam dalam gubuk rahwana
Meninggalkan apungan karya
Jejak-jejak kesegaran tersampaikan pada isi rahawana
Aspirasi Aspal
Mentari membuka lubuk mata ketika cahaya terik
merakit
Meluruskan bola-bola senar dan memetik kuat
sela-sela jemari
Lunglai menahan gradasi semu
Luapan tinta kelabu
Merona di pipi dan dahi
Menyelimuti dunia metropolitan dengan desahan
pita jago merah
Memadamkan kobaran gending jawa yang lemah lembut
dan fasih
Tiap sudut lorong merah
Tiap gubuk kaki merah
Mega turun perlahan menuju lubuk kayu
Merajut nona-nona kecil dengan dendangan rongsok dan
batuan ringsek
Namun keringat salju nona kecil bak tonggak
keabadian dari bumi turun ke langit
Kilau Estetika
Lembayung warna mengalir dalam rongga putih
Suci penuh cinta kasih, melambai dari titik lembah
datar berkilau bersama dewa malam, sunyi yang terus mengalun malam dan sayup
sampai padang savana
Menggelar pasar kriya
Menggema kemolekan tiada henti aku pancarkan
Serdadu tombak dan segala kerikil baja
Memukul pilu noda dewa dan dewi
Memikul lentera pancaran lestari budaya mungil
sampai manula
Selalu bertahan hingga galaksi kesenduan
menggetarkan
Semua
pandangan terpesona, kecanduan yang membangunkan dengan penuh kobaran,
dan membanggakan ke penjuru semesta
Pancaran kemolekan yang lestari
Menuju Penuaian
Taman budidaya manusia
Tertatih budaya remaja yang tiada haus tawa
Gurau titilasi rongga bentangan musik buntut
Penuh makna tiada mengerti bak perumpamaan
sesungguhnya arti
Cita-cita memori lama
Cita-cita memori baru
Dari kandang sekolah tinggi melemahkan sukacita
musik buntut
Pada akhirnya mengarungi kehidupan berkembang
Dan perjalanan ditemani denyut waktu yang berputar dari
bara sampai api semangat pelajar yang menyerang jiwa imajinasi perjalanan
Pengabdian musik buntut
Melangkah menapaki jejak-jejak
Manis bunga bermekaran
0 komentar:
Posting Komentar